• Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Karir
  • Media Partner
Galamedia.id
  • Daerah
  • Nasional
  • Mancanegara
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Fashion
    • Sport
    • Wisata
    • Kuliner
  • Lainnya
    • Opini
    • Advertorial
  • Sosial
  • Daerah
  • Nasional
  • Mancanegara
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Fashion
    • Sport
    • Wisata
    • Kuliner
  • Lainnya
    • Opini
    • Advertorial
  • Sosial
No Result
View All Result
Galamedia.id

KPK Lakukan OTT Berturut-Turut, Mantan Penyidik KPK Praswad Nugraha : OTT KPK Bukan Peristiwa yang Kebetulan

GALAMEDIA by GALAMEDIA
Februari 5, 2026
in Nasional, Peristiwa
0
KPK Lakukan OTT Berturut-Turut, Mantan Penyidik KPK Praswad Nugraha : OTT KPK Bukan Peristiwa yang Kebetulan

Photo : Praswad Nugraha Mantan Penyidik Senior KPK

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan 2 (dua) Operasi Tangkap Tangan (OTT) dalam satu hari di 3 (tiga) lokasi pada hari, Rabu (4/2/2025), yaitu di Banjarmasin, Jakarta dan Lampung.

Operasi Tangkap Tangan (OTT) dilakukan Tim KPK di Banjarmasin mengamankan 3 (tiga) orang di Kantor Pelayanan Pajak (KPP), Dua orang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) dan satu pihak swasta.

Sedangkan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jakarta dan Lampung, Tim KPK mengamankan beberapa pihak di kantor Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Adanya dua OTT KPK di 3 (tiga) lokasi tersebut dalam satu hari yang sama, tidak luput mendapat perhatian dari mantan penyidik senior KPK dan mantan Ketua IM57+Institute, Praswad Nugraha.

“Menanggapi dua OTT KPK yang menimbulkan spekulasi adanya kaitan antara kegiatan tangkap tangan dengan isu-isu politik nasional yang sedang ramai, kami mempunyai beberapa pandangan,”kata Praswad Nugraha menyampaikan ke wartawa, Kamis (5/2/2026).

Lanjut ia, bebetapa pandangan antara lain : Pertama, kami menegaskan bahwa OTT KPK bukanlah peristiwa yang bersifat kebetulan, apalagi reaktif terhadap isu yang sedang viral di ruang publik. Setiap OTT merupakan puncak dari proses penyelidikan yang panjang dan profesional, yang dalam praktiknya memakan waktu berbulan-bulan bahkan hingga bertahun-tahun, melalui tahapan surveillance, penyadapan, analisis data, dan pengumpulan alat bukti.

“KPK tidak bekerja secara latah atau mengikuti arus isu nasional. Dapat ditegaskan bahwa proses penegakan hukum tidak mungkin digerakkan oleh tren media atau kepentingan untuk menutup isu tertentu. Penentuan nasib seseorang dalam proses hukum hanya dapat didasarkan pada kecukupan alat bukti, bukan pada momentum politik atau opini publik yang sedang berkembang,”ujarnya

Kedua, kegiatan tangkap tangan yang berlangsung pada Rabu (4/2/2026) telah menjaring pejabat dari seluruh lini pemasukan negara, yakni sektor pendapatan melalui pajak, Kepala Kantor KPP Madya Banjarmasin, Mulyono, dan sektor nonpajak, yang salah satunya adalah mantan Direktur Penyidikan dan Penindakan Ditjen Bea dan Cukai.

Hal ini menjadi tamparan keras untuk pemerintah yang saat ini tengah menargetkan pertumbuhan ekonomi di angka 5,4 persen di tahun 2026.

OTT yang melibatkan pejabat pajak dan bea cukai harus dipahami sebagai alarm serius atas persoalan korupsi yang bersifat struktural di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Target pertumbuhan ekonomi setinggi apa pun tidak akan pernah tercapai apabila kebocoran akibat korupsi terus dibiarkan. Kasus-kasus yang terungkap sejauh ini hanyalah fenomena gunung es, yang terlihat di permukaan jauh lebih kecil dibandingkan praktik korupsi yang sesungguhnya terjadi di bawahnya.

Pimpinan Kemenkeu, khususnya Menteri Keuangan, harus memprioritaskan penguatan pengawasan internal dan pembenahan budaya kerja.

Terakhir, kami menekankan, pemberantasan korupsi di sektor keuangan negara harus menjadi perhatian nasional dan mendapat atensi langsung dari Presiden.

“Tanpa pembenahan serius dari dalam, praktik suap, pemerasan, dan uang pelicin akan terus berlangsung dan dapat menghambat pencapaian agenda pembangunan nasional,”imbunya. (tugas/abyan)

Tags: KPKMantan Penyidik KPKOperasi Tangkap Tangan (OTT)Prasward Nugroho
Previous Post

Anggota Dewan Muaro Jambi Serap Aspirasi Warga, Infrastruktur Masih Jadi Keluhan Utama

Next Post

Bertemu Wamenpora, Kepala BKN Prof. Zudan Inisiasi Penguatan Budaya Olahraga ASN 

Next Post
Bertemu Wamenpora, Kepala BKN Prof. Zudan Inisiasi Penguatan Budaya Olahraga ASN 

Bertemu Wamenpora, Kepala BKN Prof. Zudan Inisiasi Penguatan Budaya Olahraga ASN 

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • Pemkab Merangin Ikuti Entry Meeting BPK, Penertiban Aset jadi Sorotan
  • Wagub Sani Ajak Muslimat NU Sinergi Hadapi Tantangan Global Bangun Jambi
  • Menteri PANRB Terbitkan Surat Edaran tentang Pelaksanaan Tugas Kedinasan Bagi Pegawai ASN terkait FWH
  • Mendagri Terbitkan Surat Edaran Atur Ketentuan Transformasi Budaya Kerja bagi ASN Pemda terkait WFH
  • Pemerintah Tetapkan Penyesuaian Budaya Kerja ASN Nasional, WFH pada  Hari Jumat mulai 1 April 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Karir
  • Media Partner

© 2021 Channel Berita 24 | Developed by: Websiteku.co.id

No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Mancanegara
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Fashion
    • Sport
    • Wisata
    • Kuliner
  • Lainnya
    • Opini
    • Advertorial

© 2021 Channel Berita 24 | Developed by: Websiteku.co.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist