• Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Karir
  • Media Partner
Galamedia.id
  • Daerah
  • Nasional
  • Mancanegara
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Fashion
    • Sport
    • Wisata
    • Kuliner
  • Lainnya
    • Opini
    • Advertorial
  • Sosial
  • Daerah
  • Nasional
  • Mancanegara
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Fashion
    • Sport
    • Wisata
    • Kuliner
  • Lainnya
    • Opini
    • Advertorial
  • Sosial
No Result
View All Result
Galamedia.id

Dirjen Bina Keuda Kemendagri Terus Dorong Digitalisasi Pemerintahan Daerah

GALAMEDIA by GALAMEDIA
Juli 6, 2026
in Nasional, Pemerintahan, Peristiwa
0
Dirjen Bina Keuda Kemendagri Terus Dorong Digitalisasi Pemerintahan Daerah

Nabire – Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia (RI), Agus Fatoni terus mendorong percepatan transformasi digital dalam pengelolaan keuangan pemerintah daerah melalui implementasi Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) Online dan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD).

Hal tersebut disampaikan Fatoni saat memberikan sambutan pada Launching SP2D Online dan KKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Tengah, yang berlangsung secara daring dari Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Nabire, Rabu (1/7/2026).

Fatoni mengapresiasi Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan Bank Papua yang telah mendukung percepatan digitalisasi transaksi keuangan daerah. Menurutnya, transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

“Kami memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran Pemerintah Daerah yang telah berusaha mewujudkan pemerintahan yang efektif, efisien, dan akuntabel, serta Bank Papua yang selama ini aktif mendorong SP2D Online dan penggunaan Kartu Kredit Pemerintah menjadi contoh bagi bank daerah lainnya untuk mengoptimalkan transaksi pemerintah daerah secara digital,” ujar Fatoni.

Ia menjelaskan, implementasi SP2D Online yang terintegrasi dengan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) mampu mempercepat proses pencairan dana secara real-time, paperless, dan terstandarisasi. Sistem ini juga membantu meningkatkan efisiensi serta mengurangi potensi kesalahan administrasi.

“Melalui sistem ini, proses SP2D dapat dilakukan secara real-time, meminimalkan kesalahan administrasi, serta memperkuat akuntabilitas laporan keuangan daerah,” jelas Fatoni.

Selain itu, penerapan KKPD menjadi langkah strategis menuju cashless government atau pemerintahan non-tunai. Pemanfaatan KKPD memberikan kemudahan transaksi pemerintah daerah dengan mekanisme yang lebih aman, terukur, dan mengurangi risiko penggunaan uang tunai.

Fatoni menambahkan, penerapan KKPD juga menjadi salah satu indikator dalam Championship Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) serta penilaian pemberian insentif fiskal pemerintah pusat.

Menurutnya, digitalisasi pengelolaan keuangan daerah juga berdampak pada percepatan realisasi APBD sehingga pembangunan, pelayanan publik, dan pertumbuhan ekonomi daerah dapat berjalan lebih optimal.

“Kementerian Dalam Negeri akan memberikan penghargaan kepada daerah yang memiliki realisasi APBD yang cepat dan juga tinggi realisasi APBDnya,” kata Fatoni.

Berdasarkan data Ditjen Bina Keuangan Daerah per 11 Juni 2026, implementasi SP2D Online telah diterapkan oleh 284 pemerintah daerah dengan dukungan 27 Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang terkoneksi dengan sistem.

Sementara itu, sebanyak 481 dari 546 pemerintah daerah atau sekitar 88,09 persen telah menetapkan regulasi terkait KKPD. Dari jumlah tersebut, 278 pemerintah daerah telah melakukan transaksi menggunakan KKPD.

Fatoni menegaskan, keberhasilan digitalisasi tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia yang menjalankan sistem tersebut.

“Secanggih apa pun sistem yang kita bangun, keberhasilan SP2D Online dan KKPD sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia yang menjalankannya. Karena itu saya berharap seluruh perangkat daerah, kuasa pengguna anggaran, dan bendahara untk segera beradaptasi, meningkatkan kapasitas, mempelajari sistem baru ini, dan menjalankannya dengan sungguh-sungguh,” tegasnya. (abyan)

Tags: Agus FatoniDirjen Bina Keuangan DaerahKementerian Dalam NegeriPercepat Implementasi SP2D online dan KKPD
Previous Post

Kemendagri dan Asosiasi BUMD, BLUD dan BMD Deklarasikan Organisasi Profesi 

Next Post

Nusakambangan yang Bersih dan Bayang-Bayang yang Belum Selesai

Next Post
Nusakambangan yang Bersih dan Bayang-Bayang yang Belum Selesai

Nusakambangan yang Bersih dan Bayang-Bayang yang Belum Selesai

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • Pemprov Jambi Siapkan Nobar Semifinal dan Final Piala Dunia 2026, Libatkan UMKM dan Sediakan Door Prize
  • Nusakambangan yang Bersih dan Bayang-Bayang yang Belum Selesai
  • Dirjen Bina Keuda Kemendagri Terus Dorong Digitalisasi Pemerintahan Daerah
  • Kemendagri dan Asosiasi BUMD, BLUD dan BMD Deklarasikan Organisasi Profesi 
  • Gubernur Al Haris Letakkan Batu Pertama Pembangunan RSUD Bukit Tengah di Kerinci
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Karir
  • Media Partner

© 2021 Channel Berita 24 | Developed by: Websiteku.co.id

No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Mancanegara
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Fashion
    • Sport
    • Wisata
    • Kuliner
  • Lainnya
    • Opini
    • Advertorial

© 2021 Channel Berita 24 | Developed by: Websiteku.co.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist