• Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Karir
  • Media Partner
Galamedia.id
  • Daerah
  • Nasional
  • Mancanegara
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Fashion
    • Sport
    • Wisata
    • Kuliner
  • Lainnya
    • Opini
    • Advertorial
  • Sosial
  • Daerah
  • Nasional
  • Mancanegara
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Fashion
    • Sport
    • Wisata
    • Kuliner
  • Lainnya
    • Opini
    • Advertorial
  • Sosial
No Result
View All Result
Galamedia.id

Indonesia Tidak Sedang Runtuh, Indonesia Sedang Diuji

Redaksi by Redaksi
Mei 22, 2026
in Opini
0
Indonesia Tidak Sedang Runtuh, Indonesia Sedang Diuji

Oleh: Abdullah Rasyid

Penulis: Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Mahasiswa Doktoral Ilmu Pemerintahan IPDN

Dolar boleh naik. Dunia boleh bergejolak. Namun Indonesia tidak sedang berdiri di titik rapuh seperti tahun 1998.

Kita harus jujur melihat keadaan secara utuh. Benar, rupiah melemah. Benar, tekanan global sedang berat. Suku bunga The Fed masih tinggi, konflik geopolitik belum selesai, ekonomi dunia melambat, dan hampir seluruh negara berkembang mengalami tekanan yang sama. Namun, menyamakan situasi hari ini dengan krisis 1998 jelas berlebihan.

Fondasi Ekonomi yang Berbeda

Indonesia saat ini memiliki bantalan ekonomi yang jauh lebih kokoh dibanding hampir tiga dekade lalu. Bank Indonesia mencatat cadangan devisa per April 2026 mencapai USD 146,2 miliar atau setara 5,8 bulan impor, jauh di atas standar kecukupan IMF. Inflasi juga masih terkendali di kisaran 2,42 persen, jauh dari lonjakan harga yang biasanya menjadi pemicu krisis sosial.

Pertumbuhan ekonomi yang berada di kisaran 5 persen menunjukkan konsumsi domestik tetap bergerak, UMKM masih bertahan, dan aktivitas ekonomi nasional tidak mengalami kontraksi besar. Kondisi ini sangat berbeda dengan 1998 ketika Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia terjun hingga minus 13,7 persen, perbankan runtuh, dan daya beli masyarakat hancur.

Pelajaran dari 1998

Saya mengalami langsung krisis 1998. Saat itu, sistem perbankan runtuh, lebih dari 50 bank ditutup, kredit macet melonjak, dan kepercayaan publik terhadap sistem keuangan hilang. Inflasi meledak hingga lebih dari 70 persen, cadangan devisa hanya sekitar USD 20 miliar, dan negara kehilangan kontrol atas arah kebijakan ekonomi.

Krisis politik turut memperburuk keadaan. Demonstrasi besar-besaran terjadi di berbagai daerah, kerusuhan sosial pecah, hingga berujung pada lengsernya Presiden Soeharto. Saat itu, Indonesia tidak hanya menghadapi krisis ekonomi, tetapi juga krisis legitimasi negara.

Hari ini, meskipun tekanan global nyata adanya, Indonesia tidak berada dalam pusaran kehancuran sistemik seperti kala itu.

Optimisme sebagai Modal Politik

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa negara tidak boleh terlihat takut menghadapi tekanan global. Optimisme bukan berarti menutup mata terhadap persoalan, melainkan keberanian menjaga kepercayaan di tengah ketidakpastian.

Dalam ekonomi modern, psikologi publik sangat menentukan stabilitas negara. Kepanikan berlebihan terhadap pelemahan rupiah justru dapat memperburuk keadaan. Karena itu, menjaga kepercayaan publik menjadi bagian penting dari strategi ekonomi nasional.

Jalan Menuju Kemandirian

Tantangan Indonesia hari ini bukan sekadar menghadapi penguatan dolar AS, tetapi bagaimana memperkuat kemandirian ekonomi nasional melalui:

  • Mengurangi ketergantungan impor
  • Memperkuat industri nasional
  • Mendorong hilirisasi sumber daya alam
  • Mengembangkan transaksi mata uang lokal
  • Memastikan kekayaan Indonesia memberi nilai tambah sebesar-besarnya bagi rakyat sendiri

Kesimpulan

Bangsa besar tidak diukur dari seberapa sering panik menghadapi gejolak global, tetapi dari seberapa kuat bertahan dan bangkit menghadapi tekanan dunia.

Indonesia tidak sedang runtuh.
Indonesia sedang diuji untuk naik kelas.

Jakarta, 20 Mei 2026

Previous Post

Gubernur Al Haris: Tidak Boleh Ada Ruang untuk Narkoba di Jambi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • Indonesia Tidak Sedang Runtuh, Indonesia Sedang Diuji
  • Gubernur Al Haris: Tidak Boleh Ada Ruang untuk Narkoba di Jambi
  • Pemprov Jambi Hibahkan 13 Hektare Lahan untuk Pembangunan KODAM, Al Haris: Jambi Sudah Sangat Layak
  • Perkuat Penilaian Kapabilitas Kelembagaan Instansi Pemerintah, Kementerian PANRB Gelar Diseminasi PermenPANRB Nomor 4 Tahun 2026
  • Kejaksaan RI Gelar Pemusnahan Barang Sita Ekekusi 14 Buah Jam Tangan dari Terpidana Jimmy Sutopo
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Karir
  • Media Partner

© 2021 Channel Berita 24 | Developed by: Websiteku.co.id

No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Mancanegara
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Fashion
    • Sport
    • Wisata
    • Kuliner
  • Lainnya
    • Opini
    • Advertorial

© 2021 Channel Berita 24 | Developed by: Websiteku.co.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist