GALAMEDIA – PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Jambi melalui Penanggung Jawab (PJ) Samsat Muaro Jambi bersama tim pelayanan mengikuti Rapat Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) Kabupaten Muaro Jambi di Aula RSUD Ahmad Ripin, Rabu (20/5/2026).
Rapat koordinasi lintas sektoral tersebut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Satlantas Polres Muaro Jambi, Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, RSUD Ahmad Ripin, serta BPJS Kesehatan.
Forum tersebut membahas langkah strategis dalam meningkatkan keselamatan berlalu lintas dan menekan angka kecelakaan di wilayah Kabupaten Muaro Jambi.
Dalam rapat itu, pembahasan difokuskan pada mitigasi sarana dan prasarana di empat kecamatan yang masuk kategori titik rawan kecelakaan atau blackspot, yakni Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), Sekernan, Mestong, dan Kumpeh Ulu.
Jasa Raharja bersama Satlantas Polres Muaro Jambi, Dinas Perhubungan, dan Dinas PU berkomitmen melakukan langkah preventif, mulai dari survei lapangan bersama, perbaikan fasilitas jalan, hingga rekayasa lalu lintas guna mengurangi risiko kecelakaan dan fatalitas korban.
Selain persoalan infrastruktur jalan, forum juga menyoroti tingginya angka kecelakaan yang melibatkan kelompok usia pelajar di Kabupaten Muaro Jambi.
Sebagai tindak lanjut, Jasa Raharja bersama Dinas Pendidikan dan Satlantas Polres Muaro Jambi sepakat mengintensifkan program edukasi keselamatan berkendara atau safety riding di sekolah-sekolah.
Program tersebut akan dibarengi dengan peningkatan pengawasan dan sosialisasi guna menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini.
“Sinergi antarinstansi sangat penting untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas, baik melalui upaya pencegahan maupun percepatan penanganan korban kecelakaan,” demikian disampaikan dalam forum tersebut.
Melalui kolaborasi FLLAJ, seluruh instansi terkait diharapkan dapat memperkuat koordinasi dalam penanganan keselamatan jalan, termasuk pelayanan korban kecelakaan bersama rumah sakit dan BPJS Kesehatan.
Langkah terpadu tersebut diharapkan mampu menurunkan angka kecelakaan lalu lintas serta meningkatkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat pengguna jalan di Kabupaten Muaro Jambi. (*)






