MUARO JAMBI – Tak ingin persoalan petani hanya berhenti di meja pembahasan, Wakil Ketua DPRD Muaro Jambi Wiranto dan Jurjani langsung bergerak ke Jakarta. Keduanya menemui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Ditjen LIP) Kementerian Pertanian RI untuk memperjuangkan kebutuhan petani di Desa Mudung.
Langkah tersebut membawa angin segar bagi kelompok tani setempat. Usulan rehabilitasi sawah yang mengalami penurunan produktivitas serta bantuan irigasi perpompaan mendapat respons positif dari pemerintah pusat dan masuk dalam daftar prioritas bantuan Ditjen LIP Kementerian Pertanian.
Dalam pertemuan tersebut, Wiranto dan Jurjani memaparkan kondisi pertanian di Desa Mudung yang hingga kini masih sangat bergantung pada curah hujan. Ketika musim kemarau berlangsung panjang, lahan pertanian menghadapi ancaman kekeringan yang berujung pada menurunnya produktivitas bahkan risiko gagal panen.
Wiranto menegaskan, persoalan utama yang harus segera diatasi bukan hanya kondisi lahan, tetapi juga kepastian pasokan air bagi petani.
“Irigasi adalah nyawa sawah. Tanpa air, rehabilitasi sawah tidak akan memberikan hasil maksimal. Petani Mudung membutuhkan kepastian ketersediaan air,” tegas Wiranto, Jumat (3/7/2026).
Menurutnya, rehabilitasi sawah akan memberikan hasil lebih optimal apabila dibarengi dengan sistem pengairan yang memadai. Karena itu, bantuan irigasi perpompaan menjadi salah satu solusi yang dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan aktivitas pertanian.
Dengan sistem tersebut, petani dapat memperoleh pasokan air dari sumber seperti sungai maupun sumur bor ketika curah hujan rendah. Kondisi ini diharapkan membuat kegiatan bercocok tanam tidak lagi sepenuhnya bergantung pada perubahan musim.
Bagi petani Desa Mudung, kepastian air menjadi faktor penting untuk menjaga produktivitas lahan sekaligus meningkatkan hasil pertanian. Sawah yang selama ini rentan mengalami kekeringan diharapkan dapat kembali dimanfaatkan secara maksimal.
Jurjani menyambut positif respons pemerintah pusat terhadap aspirasi yang mereka sampaikan. Menurutnya, perhatian tersebut memberikan harapan baru bagi petani Muaro Jambi.
“Alhamdulillah, suara petani Mudung didengar langsung oleh pemerintah pusat. Ini menjadi harapan baru bagi petani agar produksi pertanian kembali meningkat,” ujarnya.
Namun, perjuangan tersebut belum selesai. Setelah usulan mendapat respons positif dari pemerintah pusat, pekerjaan berikutnya berada di tingkat daerah untuk memastikan seluruh persyaratan administrasi dan teknis dapat segera dipenuhi.
Wiranto dan Jurjani meminta Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi bergerak cepat menyiapkan berbagai dokumen dan kebutuhan teknis agar bantuan yang telah masuk dalam daftar prioritas tersebut dapat segera direalisasikan.
DPRD Muaro Jambi juga berkomitmen mengawal proses tersebut hingga program benar-benar terealisasi di lapangan.
“Kami di DPRD akan terus mengawal hingga pompa benar-benar terpasang dan sawah kembali hijau. Jangan sampai bantuan yang sudah disetujui pusat justru mandek di meja,” pungkas Wiranto.
Dengan adanya dukungan pemerintah pusat dan pengawalan DPRD, petani Desa Mudung kini memiliki harapan baru. Sawah yang selama ini menghadapi persoalan kekeringan diharapkan dapat kembali produktif, sehingga sektor pertanian mampu menjadi penggerak ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.








