BATANG HARI – Ada pemandangan berbeda pada hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru di Kabupaten Batang Hari. Bupati Batang Hari Mhd. Fadhil Arief memilih mengantar langsung anak-anaknya ke sekolah menggunakan sepeda motor sebagai bentuk dukungan terhadap Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS).
Momen sederhana namun penuh makna itu berlangsung pada hari pertama masuk sekolah usai libur kenaikan kelas dan kelulusan. Dengan mengenakan pakaian sederhana, Bupati Fadhil mengantar anak-anaknya ke dua sekolah berbeda, yakni SMP Negeri 3 Muara Bulian dan SD IT Aulia Batang Hari.
Aksi tersebut bukan sekadar rutinitas seorang ayah, tetapi juga menjadi contoh nyata pentingnya kehadiran orang tua, khususnya ayah, dalam mendampingi tumbuh kembang dan pendidikan anak sejak hari pertama sekolah.
Kegiatan itu merupakan bagian dari GAMAS (Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah) yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Batang Hari sebagai upaya memperkuat peran keluarga dalam membentuk karakter generasi muda.
“GAMAS hadir untuk mengingatkan kita semua bahwa kehadiran ayah sangat berarti. Bukan tentang kendaraan apa yang dipakai, tetapi tentang waktu, perhatian, dan semangat yang diberikan kepada anak,” ujar Bupati Fadhil Arief.
Melalui gerakan tersebut, Bupati mengajak seluruh ayah di Kabupaten Batang Hari untuk meluangkan waktu mendampingi anak-anak, terutama pada momen penting yang dapat memberikan kesan mendalam dan meningkatkan semangat belajar mereka.
“Mari Ayah-ayah Batang Hari, kita dukung terus GAMAS. Luangkan waktu untuk anak, karena masa depan Batang Hari dimulai dari keluarga yang kuat,” ajaknya.
Di akhir pesannya, Bupati Fadhil Arief juga memberikan motivasi kepada seluruh pelajar di Kabupaten Batang Hari agar terus semangat menuntut ilmu dan mengukir prestasi.
“Selamat belajar anak-anak Batang Hari SuPerTANGGUH. Raihlah prestasi setinggi-tingginya dan jadilah generasi yang membanggakan daerah, bangsa, dan negara,” pungkasnya.
Gerakan GAMAS diharapkan menjadi budaya positif yang tidak hanya dilakukan pada hari pertama sekolah, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara ayah dan anak, sehingga tercipta keluarga yang harmonis dan mampu melahirkan generasi Batang Hari yang cerdas, berkarakter, dan berprestasi.







