GALAMEDIA – Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) menggelar program “Sejuta Vaksin Kanker Serviks” sebagai rangkaian perayaan HUT ke-54.
Inisiatif pencegahan kanker serviks melalui vaksin Human Papillomavirus (HPV) ini telah berlangsung di berbagai instansi pemerintah sejak Desember 2025.
Program tidak hanya menyasar Aparatur Sipil Negara (ASN), tapi juga dibuka untuk masyarakat umum guna memperluas perlindungan kesehatan perempuan.
Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri Nasional sekaligus Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Zudan, menegaskan peran Korpri sebagai mitra strategis pemerintah dalam program kesehatan nasional.
Ia mendorong akses vaksinasi lebih luas bagi ASN, keluarga mereka, dan masyarakat.
“Program vaksinasi HPV ini merupakan langkah preventif yang harus diperluas jangkauannya,” ujar Prof. Zudan.
Menurutnya, tingginya angka kasus kanker serviks menuntut kebijakan pencegahan yang tidak terbatas pada kelompok tertentu.
“Awalnya ditujukan untuk ASN perempuan. Namun, Korpri memutuskan memperluas cakupan karena keluarga ASN dan masyarakat juga membutuhkan perlindungan sama,” tambahnya.
Pelaksanaan vaksinasi terbaru digelar di Yogyakarta, Minggu (8/2/2026), bertepatan dengan HUT ke-26 Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Kegiatan ini dibuka untuk peserta usia 15–60 tahun, sebagai dukungan Dewan Pengurus Korpri BPOM terhadap agenda Nasional Korpri.
Antusiasme peserta terlihat dari jumlah 370 orang yang divaksin, melampaui target awal 100 orang.
Hadir langsung Anggota DPR RI, Dr. H. Sukamta, yang mengapresiasi inisiatif Korpri.
“Respon positif masyarakat ini menunjukkan kesadaran tinggi akan vaksin HPV untuk cegah kanker serviks, sekaligus memperkuat kebijakan kesehatan preventif,” katanya. (Jurnal Opini)








